Propasindo Tetapkan Arah Gerak 2026 Perkuat Pemberdayaan Sosial dan Bela Negara Selaras Kebijakan Pemerintah RI
Jakarta — Penghujung Tahun 2025.
Di penghujung tahun 2025, Pro Pemberdayaan Aksi Sosial Indonesia (Propasindo) menggelar pertemuan & diskusi strategis bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di kantor Ketua Umum yang berlokasi di kawasan Kramat–Kwitang Raya, Jakarta Pusat. Pertemuan dan diskusi santai bersama Ketua Umum Propasindo, Brigjen TNI (Purn) Drs. Sindu Tikno S., M.Si (Han), berisikan paparan arah kebijakan organisasi untuk periode tahun berjalan.
Dalam arahannya, Ketua Umum menegaskan kembali makna nama Propasindo sebagai singkatan dari “Pro Pemberdayaan Aksi Sosial Indonesia”, yang tidak hanya mengemban misi pemberdayaan sosial masyarakat, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan bela negara.
Fokus Propasindo diawal tahun 2026 memiliki arah kebijakan Penguatan Masyarakat di Era Transformasi Nasional. Hal tersebut menurut analisis beliau Propasindo saat ini sudah harus memiliki peran dan kontribusi nyata di tengah dinamika kebijakan nasional periode 2026 yang menekankan pada beberapa hal strategis diantaranya:
- Pemberdayaan ekonomi kerakyatan,
- Penguatan ketahanan sosial,
- Transformasi digitalisasi internal,
- Peningkatan kesadaran bela negara, serta
- Kolaborasi propasindo terhadap pemerintah–komunitas sosial–organisasi masyarakat,
Propasindo menempatkan diri sebagai organisasi yang siap mendukung agenda strategis tersebut melalui program-program konkret berbasis masyarakat.
Ketua Umum menegaskan bahwa Propasindo harus hadir sebagai garda terdepan dalam mendorong kemandirian sosial, memperkuat kapasitas warga, serta memperluas edukasi kebangsaan di seluruh wilayah Indonesia.
Hasil diskusi bersama pengurus DPP tersebut yaitu mewujudkan Program Nyata Dan Terukur. Dalam diskusi internal bersama beberapa pengurus DPP yang berlangsung hangat dan produktif, sejumlah fokus program kerja prioritas tahun 2026 disepakati, antara lain:
1. Program Pemberdayaan Sosial & Ekonomi Masyarakat
- Pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal (UMKM, pertanian modern, ekonomi kreatif).
- Pendampingan koperasi komunitas dan kelompok usaha warga.
- Ekspansi kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait.
2. Gerakan Bela Negara Berbasis Komunitas
- Sosialisasi nilai kebangsaan, ketahanan nasional, dan literasi hukum.
- Penguatan karakter generasi muda melalui kegiatan edukasi lapangan.
- Dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan toleransi.
3. Program Digitalisasi Masyarakat & Desa
- Pendampingan literasi digital bagi warga dan kelompok masyarakat.
- Pemberdayaan teknologi low-code platform untuk organisasi dan kampung digital.
- Mendorong pemanfaatan aplikasi berbasis cloud/online untuk administrasi komunitas Propasindo.
4. Aksi Sosial Terukur dan Berkesinambungan
- Kontribusi aksi sosial berbasis data kebutuhan lapangan.
- Koordinasi cepat tanggap untuk bencana dan keadaan darurat sosial.
- Sinergi lembaga sosial, pemerintah, dan stakeholder lokal.
Ketua Umum menutup pertemuan dengan menekankan bahwa seluruh kegiatan Propasindo pada 2026 harus:
- selaras dengan Arah Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia,
- berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,
- bersifat inklusif dan merangkul seluruh lapisan warga,
- serta dijalankan secara profesional, transparan, dan berintegritas.
“Propasindo harus menjadi wadah yang memperkuat masyarakat, mempererat persatuan, dan mendukung pembangunan nasional. Kita berdiri bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai motor penggerak aksi sosial yang nyata, terukur, dan bermanfaat bagi bangsa.” jelas Ketua Umum dalam arahannya.
Dengan tekad baru dan strategi yang lebih adaptif menghadapi tantangan 2026, Propasindo menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang mengedepankan aksi sosial, pemberdayaan, serta semangat bela negara yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Salam Propasindo